Kesehatan Kerja

Bagaimana mengintegrasikan pertimbangan kesehatan mental dalam program K3 komprehensif?

Novitasari - Ahli Sertifikasi K3
Novitasari
Ahli Sertifikasi K3
Dipublikasikan 25 April 2025 Terakhir diperbarui
Jawaban Terverifikasi
Ahli Berpengalaman
Sumber Terpercaya

Integrasi kesehatan mental dalam program K3 memerlukan pendekatan holistik yang mengakui dampak psikososial dari lingkungan kerja. Stres kerja dan masalah kesehatan mental kini diakui secara global sebagai risiko okupasi yang signifikan, dengan biaya absensi dan presenteeism mencapai 3-4% dari GDP.

Elemen kunci program kesehatan mental dalam K3:

  • Asesmen risiko psikososial sebagai bagian dari HIRA standar
  • Pelatihan mental health first aid untuk supervisor dan manajer
  • Program Employee Assistance Program (EAP) yang menjamin kerahasiaan
  • Kebijakan anti-stigma dan kampanye kesadaran kesehatan mental
  • Peninjauan beban kerja dan work-life balance sebagai aspek K3

Gunakan pendekatan biopsychosocial model dalam program kesehatan kerja yang mengintegrasikan aspek fisik dan mental. Organisasi yang berhasil dalam hal ini menerapkan psychological safety sebagai indikator kinerja K3. Perhatikan bahwa tren global menunjukkan peningkatan regulasi yang mewajibkan perlindungan kesehatan mental pekerja sebagai bagian dari kewajiban hukum pemberi kerja.

Apakah jawaban ini membantu?

Bantu kami meningkatkan kualitas FAQ dengan memberikan feedback Anda.

127 dari 156 pengunjung menemukan jawaban ini membantu
Layanan Terkait

Layanan Sertifikasi & Ijin Alat Berat

Temukan layanan lengkap kami untuk pengurusan SIA, SIO, dan sertifikasi alat berat di seluruh Indonesia.

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Tim ahli kami siap membantu Anda dengan konsultasi gratis dan solusi terbaik untuk kebutuhan sertifikasi dan pengurusan ijin alat berat.